Review 'The Legend of Rosy Clouds' (2026): Akting Para Pemain Dipuji, Naskah Jadi Sorotan


Drama China The Legend of Rosy Clouds (云秀行 / Yun Xiu Xing) sebenarnya menjadi salah satu drama yang cukup menarik perhatian sebelum tayang. Alasannya tentu saja bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena jajaran pemerannya yang cukup kuat. Drama ini mempertemukan Li Yi Tong sebagai Fan Yun, Joseph Zeng Shunxi sebagai Qi Zheng, dan Deng Wei yang memainkan karakter Zheng Shi sekaligus Lou Qi Yan. Drama ini memiliki 36 episode dan mulai tayang pada 20 Juni 2026 melalui iQIYI dan Youku. 

Drama ini diadaptasi dari Saiunkoku Monogatari, karya Jepang yang dikenal memiliki cerita tentang politik, pemerintahan, karakter perempuan yang cerdas, serta perkembangan hubungan antarkarakternya. Namun, sejak mulai tayang, cukup banyak penonton yang merasa bahwa versi dramanya mengambil banyak kebebasan dalam mengubah cerita aslinya. Perubahan tersebut menjadi salah satu sumber kekecewaan terbesar bagi penonton yang sudah mengenal versi originalnya. 

Rating The Legend of Rosy Clouds

Setelah selesai tayang, respons terhadap The Legend of Rosy Clouds ternyata cukup jauh dari ekspektasi. Di Douban, drama ini memperoleh skor pembukaan 3,8/10, angka yang tergolong sangat rendah dan kemudian menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan oleh penonton China. Beberapa laporan mengenai rating tersebut bahkan menyebut rendahnya skor ini sebagai salah satu penyebab drama mendapat sorotan negatif. 

Di IMDb, drama ini saat ini berada di sekitar 5,6/10, meskipun jumlah pemberi ratingnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan Douban. Sementara itu, skor di MyDramaList jauh lebih baik dan berada di kisaran 7,1–7,2, menunjukkan bahwa respons penonton internasional tidak sepenuhnya sama dengan respons penonton di China.

Perbedaan tersebut cukup menarik. Artinya, The Legend of Rosy Clouds bukan drama yang mendapatkan penolakan mutlak dari semua penonton. Ada sebagian penonton yang tetap menikmatinya sebagai drama ringan, terutama karena para pemain dan unsur komedinya.



Cast Menjadi Salah Satu Kekuatan Terbesar

Kalau ada satu hal yang hampir selalu mendapatkan pujian dari penonton, jawabannya adalah para pemainnya.

Li Yi Tong, Joseph Zeng Shunxi, dan Deng Wei memang memiliki daya tarik masing-masing. Bahkan beberapa review penonton merasa bahwa kemampuan para aktornya sebenarnya jauh lebih baik daripada materi cerita yang mereka dapatkan. Salah satu review panjang di MyDramaList bahkan menilai Deng Wei sebagai pemeran yang paling mencuri perhatian setiap kali muncul. 

Deng Wei memerankan dua sisi karakter, Zheng Shi dan Lou Qi Yan, dan perubahan antara persona yang berbeda tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik untuk diperhatikan. Ia mampu membuat karakternya terasa berbeda ketika tampil sebagai sosok yang lebih lembut dibandingkan ketika menunjukkan sisi yang penuh perhitungan. 

Supporting cast juga mendapatkan respons positif. Dai Lu Wa sebagai Wei Shisan dan Riley Wang sebagai Gao Ran menjadi dua nama yang cukup sering disebut oleh penonton. Bahkan ada penonton yang merasa hubungan Gao Ran dan Wei Shisan terasa lebih natural dan menyenangkan dibandingkan hubungan pasangan utama.

Sayangnya, Ceritanya Tidak Sejalan dengan Kekuatan Cast

Masalah terbesar The Legend of Rosy Clouds justru terletak pada naskahnya.

Secara konsep, drama ini sebenarnya memiliki banyak bahan menarik. Ada politik, perebutan kekuasaan, perempuan yang ingin mendapatkan tempat dalam pemerintahan, hubungan antar keluarga, serta romansa. Namun dalam eksekusinya, berbagai elemen tersebut dianggap tidak berkembang dengan baik.

Review dari Chasing Dramas misalnya menilai cerita politiknya kurang berkembang dan terlalu banyak waktu digunakan untuk adegan pendekatan romantis yang berulang. Akibatnya, gagasan tentang reformasi dan kehidupan masyarakat yang sebenarnya cukup menarik justru sering berada di belakang cerita romansa. 

Beberapa penonton juga mengeluhkan pacing yang terasa tidak konsisten. Ada adegan yang terasa berjalan terlalu lambat, tetapi di sisi lain beberapa kejadian penting justru seperti dilewati begitu saja. Penonton di Reddit juga menyoroti editing yang terasa terburu-buru serta keputusan karakter yang terkadang seperti hanya dirangkum daripada benar-benar diperlihatkan proses berpikirnya.


Adaptasi yang Membuat Penggemar Versi Original Kecewa

Salah satu persoalan yang paling sering muncul dalam pembahasan The Legend of Rosy Clouds adalah hubungannya dengan Saiunkoku Monogatari.

Bagi penonton yang tidak mengetahui versi originalnya, perubahan tersebut mungkin tidak terlalu mengganggu. Namun bagi penggemar novel atau anime Saiunkoku Monogatari, perubahan karakter, alur, dan nuansa cerita menjadi masalah besar.

Versi original dikenal memiliki unsur politik dan perkembangan karakter yang lebih kuat. Sementara drama China ini dianggap mengambil konsep dasarnya lalu mengubah banyak bagian sehingga beberapa penonton merasa kehilangan kedalaman cerita yang menjadi daya tarik Saiunkoku Monogatari. (Tonbori Day)

Karena itu, reaksi penonton bisa sangat berbeda tergantung dari apakah mereka pernah mengenal cerita aslinya atau tidak.

Bagaimana dengan Fan Yun yang Diperankan Li Yi Tong?

Ini bagian yang menurutku cukup menarik sebagai penulis blog ini.

Aku sebenarnya suka melihat Li Yi Tong bermain sebagai Fan Yun. Aktingnya sendiri bukan sesuatu yang menurutku buruk. Namun, karakter Fan Yun memang terasa sangat berbeda dari karakter perempuan dalam drama sejarah yang biasanya kita lihat.

Fan Yun bisa terlihat sangat pintar dalam satu situasi, tetapi di situasi lain justru terlihat naif dan terlalu berlebihan. Hal tersebut membuat sebagian penonton merasa karakterisasinya tidak konsisten.

Namun setelah dipikir-pikir lagi, aku justru merasa karakter Fan Yun memang mempunyai nuansa seperti karakter anime.

Aku sendiri tidak menonton versi anime Saiunkoku Monogatari, sehingga mungkin pengalaman aku menonton drama ini berbeda dengan penonton yang sudah mengenal versi aslinya. Karena tidak memiliki pembanding tersebut, aku bisa menikmati Fan Yun sebagai karakter yang memang dibuat dengan gaya yang lebih ringan, ekspresif, dan sedikit tidak realistis.

Jadi, meskipun aku juga merasa sayang dengan akting Li Yi Tong karena menurutku dia sebenarnya bisa mendapatkan karakter yang jauh lebih kuat, aku tidak sepenuhnya menyalahkan aktingnya. Bisa jadi memang karakter Fan Yun sejak awal ditulis dengan gaya seperti itu.



Chemistry Pasangan Utama Tidak Terlalu Kuat?

Untuk urusan romansa, respons penonton juga cukup terbagi.

Hubungan Fan Yun dan Qi Zheng memang berkembang dari rasa saling curiga hingga perlahan membangun kepercayaan. Secara konsep, ini sebenarnya bisa menjadi hubungan yang menarik karena keduanya mempunyai tujuan dan kepentingan masing-masing. (Chasing Dramas)

Namun, sebagian penonton merasa chemistry keduanya tidak berkembang secara alami. Ada yang menganggap hubungan mereka lebih terasa seperti pasangan yang menjalankan alur drama daripada dua orang yang benar-benar perlahan jatuh cinta.

Sebaliknya, pasangan pendukung seperti Gao Ran dan Wei Shisan justru dianggap lebih menyenangkan oleh sebagian penonton. Hubungan mereka terasa lebih ringan dan natural sehingga beberapa penonton bahkan mengaku lebih menantikan adegan mereka.

Visual dan OST Tetap Menjadi Nilai Plus

Tidak semuanya buruk.

Secara visual, The Legend of Rosy Clouds masih mempunyai beberapa bagian yang indah. Kostum para pemain cukup menarik dan beberapa adegan memiliki sinematografi yang enak dilihat. OST-nya juga menjadi salah satu bagian yang cukup membantu menciptakan suasana drama.




Selain itu, unsur komedinya bisa menjadi hiburan tersendiri. Bagi penonton yang tidak terlalu mempermasalahkan logika cerita, drama ini bisa menjadi tontonan ringan untuk menemani waktu makan atau ketika ingin menonton sesuatu tanpa harus berpikir terlalu keras.

Beberapa penonton memang mengatakan bahwa mereka tetap bertahan sampai akhir karena menyukai aktor tertentu, terutama Deng Wei dan para pemeran pendukung. 



Drama Ringan yang Sebaiknya Tidak Ditonton dengan Ekspektasi Terlalu Tinggi

Setelah melihat berbagai respons penonton dan membandingkannya dengan pengalaman aku sendiri, aku merasa The Legend of Rosy Clouds memang bukan drama yang sebaiknya ditonton dengan ekspektasi terlalu tinggi.

Kalau dari awal berharap mendapatkan drama politik yang kompleks, karakter perempuan yang sangat kuat, serta adaptasi yang setia terhadap Saiunkoku Monogatari, kemungkinan besar akan mudah merasa kecewa.

Namun kalau hanya ingin melihat para aktornya, menikmati kostum, humor, chemistry beberapa karakter, dan mengikuti cerita ringan tanpa terlalu memikirkan logikanya, drama ini masih bisa dinikmati.

Buat aku pribadi, justru karena tidak pernah menonton versi anime Saiunkoku Monogatari, saya masih bisa menikmati dramanya. Aku tidak mempunyai ekspektasi mengenai bagaimana Fan Yun seharusnya tampil atau bagaimana alurnya seharusnya berjalan.

Sebagai penulis blog ini juga cukup menyukai para pemainnya. Mereka menurutku sudah berusaha memberikan penampilan terbaik dari karakter yang diberikan kepada mereka. Terutama Deng Wei yang memang cukup mencuri perhatian setiap kali muncul.


Kesimpulan

The Legend of Rosy Clouds adalah contoh drama yang memiliki cast kuat tetapi tidak sepenuhnya berhasil memaksimalkan potensi ceritanya.

Drama ini sebenarnya memiliki bahan yang menarik: politik, perempuan dan pemerintahan, romansa, konflik keluarga, serta karakter dengan identitas yang tidak sederhana. Sayangnya, eksekusi ceritanya membuat banyak potensi tersebut terasa kurang berkembang.

Respons penonton pun akhirnya cenderung negatif. Rating Douban yang hanya 3,8 menjadi gambaran paling jelas mengenai kekecewaan penonton China, sementara IMDb juga berada di kisaran 5,6. Namun skor MyDramaList yang masih berada di atas 7 menunjukkan bahwa penonton internasional memiliki respons yang sedikit lebih lunak. 

Jadi, apakah The Legend of Rosy Clouds layak ditonton?

Menurutku, boleh dicoba, tetapi jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi.

Kalau kamu adalah penggemar berat Li Yi Tong, Joseph Zeng, atau Deng Wei, drama ini mungkin tetap menarik karena bisa menjadi kesempatan untuk melihat mereka dalam karakter yang berbeda. Tetapi jika kamu adalah penggemar Saiunkoku Monogatari dan mengharapkan adaptasi yang setia dengan politik serta kedalaman cerita versi original, sebaiknya bersiap menghadapi banyak perubahan.

Pada akhirnya, The Legend of Rosy Clouds terasa seperti drama yang memiliki semua bahan bagus, tetapi belum berhasil merangkainya menjadi cerita yang benar-benar kuat. Sayang sekali, karena dengan cast seperti Li Yi Tong, Zeng Shunxi, dan Deng Wei, drama ini sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi jauh lebih berkesan.

Komentar