Dalam drama terbarunya Can This Love Be Translated?, Kim Seon-ho tidak hanya memerankan seorang penerjemah bahasa, tetapi juga seseorang yang perlahan belajar memahami emosi manusia. Dari cerita yang dibagikan dalam wawancara media Korea, Kim mengaku peran ini membuatnya sadar bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan perasaan. Tidak semua hal bisa disampaikan dengan kata-kata yang tepat, dan tidak semua emosi bisa langsung dipahami.
Untuk mendalami karakter tersebut, Kim Seon-ho mempersiapkan diri cukup lama. Ia mempelajari bagaimana seorang penerjemah profesional bekerja — berbicara dengan nada netral, memilih kata secara hati-hati, dan menahan emosi pribadi. Pendekatan ini kemudian ia bawa ke dalam karakter, sehingga sosok yang ia mainkan terasa tenang di luar, namun menyimpan banyak perasaan di dalam.
Menariknya, meski beberapa tahun terakhir Kim dikenal lewat peran yang lebih gelap dan serius, ia memilih kembali ke genre romansa karena kekuatan naskah dan dinamika antar karakter. Hubungannya dengan karakter lawan main tidak dibangun lewat dialog berlebihan, tetapi melalui gestur kecil, jeda, dan keheningan — sesuatu yang justru membuat ceritanya terasa lebih manusiawi.
Di luar layar, Kim Seon-ho juga tetap menjaga kedekatannya dengan dunia teater. Baginya, panggung menjadi ruang untuk mengasah kepekaan sebagai aktor dan menjaga kejujuran dalam berakting. Ia tidak mengejar citra besar, melainkan ingin tampil sebagai aktor yang terasa nyata dan dekat dengan penonton.
Lewat drama ini, Can This Love Be Translated? tidak hanya berbicara tentang cinta antar dua orang, tetapi juga tentang proses memahami orang lain — sebuah bahasa yang sering kali tidak tertulis, namun paling sulit diterjemahkan.


Komentar
Posting Komentar